MA Tetap Usut Hakim Penyebar Hoax Meski Sudah Minta Maaf, Selamat Datang Di Situs  Pengadilan Tinggi Medan
  INFORMASI >> 
 Untuk Melihat Keadaan Perkara Pengadilan Tinggi Medan Dapat Melalui Aplikasi SIPERKA          Selamat Datang Di Website Pengadilan Tinggi Medan          Selamat Kepada Keluarga Besar Pengadilan Tinggi Medan Telah Meraih Akreditasi A Excelent dari Dirjen Badilum          Peringatan HUT MARI ke-74 Tahun 2019          Diinformasikan Sipp Banding Versi 3.2.0 Yang Resmi Diluncurkan Oleh Ketua Mahkamah Agung RI pada tanggal 22 April 2019 disediakan layanan untuk Masyarakat agar dapat Melihat Perkara Bandingnya Melalui Alamat: https://banding.mahkamahagung.go.id          Teleconference Pimpinan Pengadilan Tinggi Medan dengan Ketua Pengadilan Negeri Tingkat Pertama          Acara Program Mentoring Berbasis Resiko (PROMENSISKO) oleh PPATK Deputi Bidang Pemberantasan          Upacara Pembukaan Pelaksanaan Lomba dalam rangka Memeriahkan HUT RI ke-74 tahun 2019          Peserta Pelatihan Pemantapan Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim          Acara Pembinaan Monitoring dan Evaluasi UKPJB Aplikasi SPSE versi 4.3 dan Sirup Versi 2.3 di wilayah Sumatera Utara          Rapat Dinas Reguler Bulan Juli 2019          KPT hadiri Bimbingan dan Arahan Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi          Rapat Kordinasi dengan Ketua Pengadilan Se-Sumatera Utara Juli 2019          MOTTO : "UNANG MARGABUS" UNggul, ANGgun, Melayani, Aman, Rapi, GAya, BUdaya, Syukur          Sidang Terbuka Pengambilan Sumpah Advokat (PPKHI)          Pemotongan Hewan Kurban di lingkungan Pengadilan Tinggi Medan          Pembinaan Pelaksanaan Zona Integritas oleh Ketua RB MARI          Koordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS)        
MA Tetap Usut Hakim Penyebar Hoax Meski Sudah Minta Maaf
Aug 19
12
 Jansen Terkelin   Artikel Hukum   16 kali dikunjungi
MA Tetap Usut Hakim Penyebar Hoax Meski Sudah Minta Maaf

Andi Samsan Nganro (Foto: Dok. detikcom)

Jakarta - Mahkamah Agung (MA) tetap mengusut hakim penyebar hoax berinisial NBP yang membuat berita palsu soal promosi dan mutasi hakim meski NBP telah membuat surat permohonan maaf kepada pimpinan MA di atas kertas bermaterai.

"Walau hakim yang bersangkutan sudah minta maaf bahkan membuat surat pernyataan, namun Mahkamah Agung ( MA) tetap akan melakukan pemeriksaan terkait masalah itu apakah sikap dan perbuatan tersebut telah melanggar kode etik dan pedoman perilaku hakim (PPH) atau tidak," kata juru bicara MA, Andi Samsan Nganro, kepada detikcom, Senin (12/8/2019).

Hoax itu berisi hasil Rapat Pimpinan Tim Promosi dan Mutasi (Rapim TMP) pada 8 Agustus 2019. Padahal, di tanggal tersebut, tidak ada sama sekali ada Rapim TPM. Hoax itu menyebar di internal pengadilan dan bikin geger. Pimpinan Mahkamah Agung (MA) kemudian menyelidiki dan mengusut asal mula hoax tersebut. Akhirnya NBP mengakui dan meminta maaf.

"Dengan ini saya mengajukan permohonan maaf kepada Yang Mulia seluruh Pimpinan Mahkamah Agung Republik Indonesia dan Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum dan seluruh jajarannya atas tindakan saya yang telah membuat, merekayasa, dan menyebarluaskan melalui media sosial berupa hasil RAPIM TPM tanggal 8 Agustus 2019 dan perbuatan
tersebut merupakan pelanggaran dan dapat dipidana dan hal tersebut tidak perlu ditiru oleh siapa pun," demikian bunyi surat pernyataan minta maaf NBP.

Selain mengusut secara internal, MA telah melaporkan hal itu ke Polda Metro Jaya. Tapi belakangan laporan itu dicabut. Hakim NBP dalam surat itu berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

"Selain itu, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Dr H HERRI SWANTORO SH MH yang telah mencabut laporan polisi di Polda Metro Jaya terkait hasil Rapim TPM palsu tersebut," ujarnya.

Rapim TPM adalah rapat rutin yang dilakukan MA membahas rotasi dan promosi seorang hakim. Bisa naik jabatan, pindah tempat tugas atau demosi karena melakukan kesalahan. Belum diketahui motif hakim NBP menyebar hoax itu. (sumber : http://news.detik.com/berita/d-4662362/ma-tetap-usut-hakim-penyebar-hoax-meski-sudah-minta-maaf)

 PENCARIAN DATA WEBSITE
KEADAAN PERKARA PERDATA
BULAN AGS 2019
 Sisa Lalu 123 Perkara
 Masuk 33 Perkara
 Putus 21 Perkara
 Sisa Akhir 135 Perkara
REKAPITULASI PERKARA
BULAN JAN S.D  AGS 2019
 Sisa Lalu 105 Perkara
 Masuk 635 Perkara
 Putus 533 Perkara
 Sisa Akhir 207 Perkara
KEADAAN PERKARA PIDANA
BULAN AGS 2019
 Sisa Lalu 173 Perkara
 Masuk 72 Perkara
 Putus 74 Perkara
 Sisa Akhir 171 Perkara
REKAPITULASI PERKARA
BULAN JAN S.D  AGS 2019
 Sisa Lalu 170 Perkara
 Masuk 1608 Perkara
 Putus 1508 Perkara
 Sisa Akhir 270 Perkara
KEADAAAN PERKARA TIPIKOR
BULAN AGS 2019
 Sisa Lalu 1 Perkara
 Masuk 0 Perkara
 Putus 0 Perkara
 Sisa Akhir 1 Perkara
REKAPITULASI PERKARA
BULAN JAN S.D  AGS 2019
 Sisa Lalu 5 Perkara
 Masuk 28 Perkara
 Putus 34 Perkara
 Sisa Akhir -1 Perkara
 Detail Keadaan Perkara

 TAUTAN PERADILAN
 APLIKASI M.A.R.I
 STATISTIK PENGUNJUNG
  Hari Ini :   2,300 Orang
  Kemarin :   649 Orang
  Bulan Ini :   15,296 Orang
  Tahun Ini :   49,869 Orang
  Total :   51,236 Orang
 INFORMASI PENGUNJUNG
  IP Address :   18.206.13.39
  Sistem Operasi :   Unknown Platform
  Browser :  
 Situs Pengadilan Negeri Wilayah Hukum Pengadilan Tinggi Medan